TintaRaya, PANDEGLANG – Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Serang–Panimbang yang melintasi wilayah Kecamatan Bojong, Picung, dan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini menuai sorotan tajam terkait kualitas material batu yang digunakan dalam pembangunannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, material batu yang digunakan pada proyek tersebut didominasi pasokan dari pertambangan MB (Menara Biru). Sejumlah masyarakat mempertanyakan kualitas material tersebut, yang dinilai jauh dari standar teknis yang seharusnya dipersyaratkan untuk pembangunan infrastruktur vital berupa jalan tol.
DUGAAN MATERIAL “ASAL JADI” – WARGA: BATUNYA KUNING, KAYA CADAS
Kekhawatiran warga disampaikan secara terbuka kepada awak media. Mereka menilai secara kasat mata material yang dikirim tidak memenuhi spesifikasi.
“Iya pak, batunya agak kuning gak hitam dan kaya cadas,” ungkap salah seorang warga yang ditemui TintaRaya di sekitar lokasi proyek.
Warga lain yang meminta namanya tidak dipublikasikan menyampaikan kekhawatirannya lebih keras.
“Material batu yang digunakan untuk proyek tol ini diduga kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan. Jika dibiarkan, proyek yang seharusnya berfungsi puluhan tahun justru berisiko cepat rusak dan membahayakan pengguna jalan. Sangat disayangkan jika proyek vital yang dibiayai uang rakyat ini dikerjakan dengan standar yang paling asal jadi se-Indonesia,” ungkapnya.
Kekhawatiran tersebut semakin kuat mengingat proyek tol ini melintasi wilayah yang memiliki potensi gempa dan curah hujan cukup tinggi. Penggunaan material yang tidak memenuhi spesifikasi teknis dikhawatirkan akan berdampak pada daya tahan konstruksi dalam jangka panjang.
PERTANYAAN KRUSIAL YANG WAJIB DIJAWAB
Terkait persoalan ini, muncul beberapa pertanyaan mendasar yang perlu penjelasan terbuka dari pihak terkait:
1. Apakah material batu dari Tambang MB sudah melalui uji laboratorium dan memenuhi standar spesifikasi teknis proyek tol..?
2. Apakah ada penawaran terbuka untuk pemasok material, atau hanya didominasi oleh satu pihak saja?*
3. Bagaimana peran konsultan pengawas dalam memeriksa kualitas material yang masuk ke lokasi proyek setiap harinya. ?
4. Apakah instansi pemerintah terkait sudah melakukan pemeriksaan kualitas material di lapangan. ?
WARGA DESAK AUDIT INDEPENDEN
Masyarakat sekitar meminta pihak pelaksana proyek dan pemerintah untuk segera bertindak.
“Segera lakukan pemeriksaan ulang kualitas material secara independen dan publikasikan hasilnya kepada publik. Jangan sampai kita mewariskan jalan tol yang dibangun dengan kualitas di bawah standar kepada generasi mendatang. Pengawasan harus diperketat mulai hari ini, sebelum pekerjaan selesai,” tegas warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kontraktor pelaksana Proyek Tol Serang–Panimbang maupun instansi pemerintah terkait sorotan kualitas material tersebut.
Redaksi akan terus memantau perkembangan dan menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Apabila ada pihak yang keberatan, Redaksi membuka hak jawab dan hak koreksi sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.
(*Wawan)
















