TintaRaya, SERANG – Menindaklanjuti adanya pemberitaan di media online terkait dugaan pungutan iuran qurban di SMA Negeri 1 Ciomas memicu perhatian publik dan memerlukan klarifikasi resmi. Acara klarifikasi digelar di Aula SMA Negeri 1 Ciomas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten pada Senin, (11/5/2026), dengan nomor surat 400.3.8.1/176/SMA-CMS/2026.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah Edi Kocowahono, S.Pd,MM, Pembina Rohis Encib Imam Sibaweh, Humas Saefullah, Ketua Komite Sutrisno, perwakilan tokoh masyarakat Sihabudin, Dewan Guru, sejumlah siswa/i sebagai perwakilan panitia praktikum qurban serta sejumlah rekan media lainnya
Dalam penjelasannya, Kepala Sekolah Edi Kocowahono, S.Pd, MM menegaskan, bahwa pihak sekolah akan mengembalikan (Refund) seluruh iuran qurban yang telah dipungut dari siswa. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan antisipasi resiko yang berpotensi merugikan reputasi sekolah.
“Pengembalian iuran ini adalah keputusan tepat, selain intruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten juga untuk menjaga nama baik sekolah dan menghindari potensi kerugian bagi siswa maupun orang tua,” ujar Edi
Namun, pandangan berbeda muncul dari Pembina Rohis, Encib Imam Sibaweh, yang menyarankan agar pemotongan hewan qurban tetap dilanjutkan. Alasan yang dia sampaikan adalah sebagai kegiatan praktikum qurban dan kepedulian terhadap siswa yang telah berperan sebagai panitia kegiatan.
Mashuri dan Laila, perwakilan dari siswa/i menambahkan, bahwa kegiatan tersebut disambut antusias “kalau dikembalikan masih janggal, siswa nya juga sangat antusias pak dalam melaksanakan kegiatan ini. “imbuhnya berharap agar tetap dilanjutkan
Sementara itu, perwakilan tokoh masyarakat Sihabudin, mendukung keputusan kepala sekolah, “pembatalan iuran siswa untuk qurban adalah langkah yang tepat. Keputusan ini juga mengantisipasi resiko yang dapat merugikan nama baik sekolah karena biaya yang ditimbulkan dari iuran siswa,” ujarnya.
Acara klarifikasi ini menjadi upaya pihak sekolah untuk memberikan kejelasan publik, memastikan transparansi, dan menjaga komunikasi yang baik antara sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat
REDAKSI : TUBAGUS ZAKARIA
















