TintaRaya, PANDEGLANG – Musim kemarau yang berlangsung berkepanjangan kini membawa dampak nyata bagi warga Desa Bojong Manik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pasokan air bersih yang semakin menipis memaksa ratusan Kepala Keluarga (KK) harus bersusah payah memenuhi kebutuhan hidup paling dasar.
Berdasarkan pantauan TintaRaya di lapangan, Senin (27/10/2026), kekeringan yang terjadi saat ini terasa sangat membebani masyarakat. Sumber-sumber air yang biasanya diandalkan seperti sumur gali, sumur pompa, dan mata air di pesawahan kini mulai mengering total. Akibatnya, warga harus menempuh jarak hingga 1-2 kilometer menuju sungai atau membeli air dengan harga tinggi hanya untuk mendapatkan air bersih.
“Jangankan untuk memasak, untuk minum saja sudah sangat sulit. Sumur di rumah sudah kering semua, sudah dua minggu ini kami harus ngambil air jauh ke kampung sebelah,” ujar salah seorang warga dengan nada prihatin saat ditemui awak media.
*Warga Menjerit Minta Bantuan*
Di sisi lain, warga lainnya, *Santi (35)*, ibu rumah tangga, berharap adanya perhatian serius dari pemerintah.
“Saya minta agar pemerintah bisa mengirim air bersih. Kasihan anak-anak, mandi saja susah, mau wudhu sholat juga bingung. Kami butuh air bersih sekarang,” pungkas Santi dengan mata berkaca-kaca.
Kesulitan ini dirasakan merata oleh hampir 400 KK di 3 dusun di Desa Bojong Manik. Air yang layak pakai kini menjadi barang yang sangat berharga dan langka. Untuk kebutuhan MCK, warga terpaksa menggunakan air keruh dari sisa kubangan.
*Harapan Warga Kepada Pemerintah*
Warga pun menyampaikan harapan yang besar kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui BPBD, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Pemerintah Provinsi Banten agar segera turun tangan.
“Kami mohon bantuan berupa pasokan air bersih dengan mobil tangki maupun pembangunan sarana air bersih yang berkelanjutan, seperti sumur bor dalam atau program Pamsimas. Agar kesulitan yang kami alami setiap kali musim kemarau tiba dapat teratasi dengan baik dan tidak terus berulang setiap tahun,” harap warga.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Bojong Manik dan BPBD Kabupaten Pandeglang belum dapat dikonfirmasi terkait langkah penanganan krisis air bersih tersebut. TintaRaya akan terus berupaya melakukan konfirmasi.
(*jurnalis: Agan Suganda)
















