TintaRaya,,SERANG – Badan Khusus KADIN Pelabuhan Provinsi Banten menegaskan keberadaannya sebagai wadah yang menghimpun seluruh pelaku usaha sektor kepelabuhanan. Kehadiran badan khusus ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan sinergi antarasosiasi pelaku usaha guna mendukung kelancaran aktivitas pelabuhan di Banten.
Perwakilan KADIN Pelabuhan menjelaskan bahwa pembentukan badan khusus tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Dalam aturan tersebut, KADIN berfungsi sebagai wadah bagi seluruh pelaku usaha yang tergabung dalam berbagai asosiasi.
“KADIN Khusus Pelabuhan ini bukan untuk mendukung salah satu pihak, akan tetapi untuk berkolaborasi secara sinergi dengan para asosiasi pelaku usaha di pelabuhan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu perhatian utama adalah mendukung kelancaran sistem logistik di kawasan pelabuhan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengaturan sistem dan tata kelola arus kendaraan angkutan barang agar proses keluar-masuk pelabuhan berjalan lebih tertib dan efisien.
“Bagaimana caranya supaya angkutan barang di pelabuhan itu lancar, ya dengan sistem dan aturan yang jelas, mana yang akan masuk ke pelabuhan dan mana yang akan keluar dari pelabuhan,” katanya.
Ia menegaskan, ruang lingkup KADIN Pelabuhan tidak hanya mencakup pelabuhan penyeberangan penumpang, tetapi juga seluruh pelabuhan yang melayani kegiatan bongkar muat barang, termasuk aktivitas ekspor dan impor.
Di Provinsi Banten sendiri terdapat berbagai jenis fasilitas kepelabuhanan, mulai dari Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Terminal Khusus (Tersus), hingga Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Disebutkan, jumlah TUKS di Banten mencapai sekitar 90 unit, sementara BUP yang melayani barang umum berjumlah sekitar sembilan.
Selain itu, terdapat sejumlah operator pelabuhan seperti Pelindo dan PT Bandar Samudera yang berperan dalam pengelolaan pelabuhan barang. Pelindo di Banten juga telah mengelola pelabuhan dengan status pelabuhan utama.
Aktivitas pelabuhan di Banten turut menopang arus perdagangan internasional. Berbagai komoditas bahan baku, seperti jagung, didatangkan melalui jalur impor dari sejumlah negara, antara lain Brasil, Argentina, dan Thailand.
Melalui sinergi antara KADIN Pelabuhan, asosiasi pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan, diharapkan tata kelola logistik dan aktivitas kepelabuhanan di Provinsi Banten semakin efektif serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(*AMEL)
















