banner 728x250

Akibat Galian Kabel Optik Semrawut, Ruas Jalan Mayor Safe’i Rusak dan Menuai Sorotan

banner 120x600
banner 468x60

TintaRaya, KOTA SERANG – Pembangunan jaringan kabel fiber optik di sepanjang ruas Jalan Mayor Syafe’i dan ruas jalan lain di Kota Serang , menuai sorotan.

Alih alih menghadirkan infrastruktur modern, Proyek yang dikerjakan oleh PT TRP (terus raih prestasi) tersebut dinilai rusak dan meresahkan warga, lantaran kondisi trotoar yang dibongkar tidak dikembalikan seperti semula

banner 325x300

Menurut pantauan dilapangan, sejumlah titik kondisi trotoar tampak rusak. Permukaan yang sebelumnya rapi kini bergelombang dan belang betong , tidak rata, bahkan berlubang. Situasi ini tak hanya mengganggu estetika kota, tapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Seorang warga bernama Asep yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku waswas setiap melintas.

“Sekarang pinggir jalan jadi nggak beres. Mereka bongkar, tapi pas ditutup lagi malah nggak rapi. Biasanya juga ujung-ujungnya nggak diberesin,” ujarnya, Kamis, (25/06/2026).

Ia bahkan mengaku nyaris terjatuh akibat bekas galian yang tidak tertata.
“Kemarin saya hampir kesandung. Itu bekas galiannya masih berantakan, trus keramik nya juga gak di betulin cuma di tambal pake adukan semen, jadi jelek untuk di lihat.” tambahnya.

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Trotoar yang dibangun semula rapih, kini justru tampak seperti proyek setengah jadi. Sisa material seperti pipa paralon dan kabel juga kerap dibiarkan menumpuk di sisi jalan, memperparah kesan semrawut.

Di sisi lain, pihak pelaksana proyek menyatakan bahwa pekerjaan telah mengantongi izin resmi. Pelaksana tersebut menyebut proyek tersebut merupakan bagian dari jaringan yang berada di bawah koordinasi Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).

“Ini dari PT TRP (terus raih prestasi), kita sedang mencari material yang sama dengan material yang dlu, hari ini kita tindak lanjuti,” jelasnya.

Pantauan awak media, proyek ini membentang di ruas jalan kota dan provinsi dengan metode penanaman kabel bawah tanah menggunakan pipa HDPE.

Namun, legalitas proyek tak serta-merta meredam keresahan warga. Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan pengawasan ketat serta memastikan pihak pelaksana bertanggung jawab memperbaiki trotoar yang rusak. Pasalnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Jika dibiarkan, proyek infrastruktur yang seharusnya membawa kemajuan justru berpotensi menjadi ancaman keselamatan dan mencoreng wajah Kota Serang…

” Trotoar di bangun pake uang rakyat, jadi pemerintah daerah harus memperketat pengawasan terhadap pekerjaan / proyek tersebut pihak kontraktor/operator jaringan diwajibkan mengembalikan fasilitas umum seperti semula.(*Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *