TintaRaya, CILEGON – Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan yang terus berkembang, Paud Insani Suralaya berdiri sebagai salah satu lembaga pendidikan dini yang berkomitmen kuat untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa sejak usia dini.
Berlokasi di kawasan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, lembaga ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan dasar anak, tetapi juga menjadikan ajaran dan makna Pancasila sebagai pondasi utama dalam setiap kegiatan pembelajarannya. Bagi para pendidik di sini, Pancasila bukan sekadar simbol negara atau hafalan semata, melainkan pedoman hidup yang harus dipahami, dirasakan, dan diterapkan oleh setiap anak didik dalam keseharian mereka.
Pendidikan karakter berbasis Pancasila di Paud Insani Suralaya diterapkan melalui pendekatan yang menyenangkan, sederhana, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini. Para guru memahami bahwa anak-anak di usia ini belajar paling baik melalui bermain, bernyanyi, bercerita, dan melakukan kegiatan nyata. Oleh karena itu, setiap sila dalam Pancasila diuraikan menjadi perilaku konkret yang mudah dimengerti. Misalnya, untuk sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, anak-anak diajarkan untuk selalu berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, berterima kasih atas segala nikmat, serta menghormati teman yang berbeda agama. Kegiatan beribadah bersama dan bercerita tentang kebesaran Tuhan menjadi rutinitas yang membangun kesadaran spiritual anak sejak dini.Senin, (1/6/2026)
Pada sila kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, nilai-nilai kasih sayang, saling tolong-menolong, sopan santun, dan menghargai orang lain ditanamkan secara terus-menerus. Di lingkungan Paud Insani Suralaya, anak-anak diajarkan untuk tidak membeda-bedakan teman, mau berbagi mainan atau bekal makanan, serta peka terhadap perasaan orang lain. Guru memberikan contoh nyata melalui interaksi sehari-hari, seperti cara berbicara yang lembut, membantu teman yang jatuh, atau menolong guru yang sedang membawa barang. Melalui cara ini, anak-anak mulai memahami arti keadilan dan keberadaban sebagai wujud kemanusiaan yang sejati.
Semangat persatuan sesuai sila ketiga “Persatuan Indonesia” dibangun melalui berbagai kegiatan kelompok, gotong royong sederhana, dan rasa cinta tanah air. Anak-anak diajarkan untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, menjaga kebersihan lingkungan sekolah bersama-sama, serta mencintai budaya dan tradisi Indonesia. Kegiatan menyanyikan lagu-lagu daerah, memperkenalkan pakaian adat, hingga mengenalkan simbol-simbol negara menjadi sarana menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air. Bagi Paud Insani Suralaya, menanamkan rasa persatuan sejak kecil adalah langkah awal menciptakan generasi yang menjaga keutuhan bangsa di masa depan.
Nilai-nilai sila keempat “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” diterapkan melalui pembiasaan musyawarah dan menghargai pendapat orang lain. Dalam kegiatan belajar, anak-anak dilatih untuk mengemukakan pendapat secara sederhana, mendengarkan apa yang dikatakan teman atau guru, serta mengambil keputusan bersama dalam kegiatan kelompok. Mereka diajarkan bahwa setiap pendapat itu berharga, dan keputusan bersama adalah jalan terbaik. Ini menjadi dasar pemahaman anak tentang demokrasi yang sederhana namun bermakna.
Terakhir, sila kelima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” diajarkan melalui pembiasaan hidup hemat, rajin, tidak boros, menghargai hasil karya sendiri maupun orang lain, serta berbuat adil kepada semua teman. Anak-anak belajar bahwa semua orang memiliki hak dan kewajiban yang sama, serta pentingnya berbagi agar semua merasa senang dan sejahtera.
Kepala Paud Insani Ibu Else Suralaya menegaskan, bahwa pengajaran nilai dan makna Pancasila tidak hanya menjadi program tambahan, melainkan jiwa dari seluruh kurikulum dan aktivitas sekolah. “Kami percaya bahwa masa depan bangsa ada di tangan anak-anak kita. Jika sejak usia dini mereka sudah memahami dan mengamalkan nilai Pancasila, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu menjaga kelestarian bangsa dan negara,”tegasnya
Dukungan dari para orang tua juga menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter ini. Paud Insani Suralaya secara aktif mengajak orang tua untuk menyelaraskan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dengan pembiasaan di rumah. Sinergi antara sekolah dan keluarga ini memastikan bahwa nilai Pancasila tidak hanya berhenti di lingkungan pendidikan, tetapi juga tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari anak.
Dengan konsistensi dan dedikasi yang tinggi, Paud Insani Suralaya terus membuktikan peran pentingnya sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter anak bangsa. Mengajarkan nilai dan makna Pancasila bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam jati diri dan cinta tanah air. Di sini, setiap senyum dan langkah kecil anak adalah bukti nyata bahwa semangat Pancasila terus hidup, tumbuh, dan bersinar dari Suralaya untuk Indonesia.”pungkasnya.
(*Genta Kahal)
















