TintaRaya, CILEGON – Bagi warga Suralaya, Merak, hingga seantero Kabupaten Serang dan Provinsi Banten, nama Abah Sahruji bukan sekadar nama biasa. Ia adalah simbol keteladanan, tokoh yang selalu hadir, dan pemimpin yang benar-benar hidup di tengah masyarakat. Sebagai Ketua Yayasan Bakti Bela Negara, kiprahnya tidak hanya berhenti pada kepedulian lingkungan, namun melebar ke segala aspek pembangunan, kemajuan, dan kesejahteraan daerah ini. Ia adalah sosok yang terus bergerak, bekerja, dan berjuang tak pernah berhenti untuk membangun Suralaya dan mengangkat harkat martabat Banten tercinta.
Jiwa Pembangun yang Mengakar di Tanah Kelahiran
Bagi Abah Sahruji, Suralaya adalah rumah, dan Banten adalah tanah darah dagingnya sendiri. Ia paham betul potensi besar wilayah ini sebagai kawasan strategis dengan pelabuhan, kawasan industri, dan kekayaan alam, namun juga menyadari tantangan besar yang dihadapi warga: dampak lingkungan, kesenjangan pembangunan, hingga kebutuhan akan fasilitas yang layak.
“Membangun negara dimulai dari membangun daerah sendiri. Membela negara berarti memajukan kampung halaman agar rakyatnya sejahtera, lingkungannya indah, dan martabatnya terjaga,”ujar Abah Sahruji saat ditemui di sela-sela kegiatan pembangunan fasilitas umum.
Prinsip inilah yang menjadi semangat utamanya. Di bawah kepemimpinannya, Yayasan Bakti Bela Negara tidak hanya bergerak di bidang sosial-kebangsaan, tapi menjadi kekuatan nyata yang mendorong pembangunan merata, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
Suralaya: Berubah Menjadi Lebih Baik di Bawah Arahannya
Perubahan nyata paling terasa ada di wilayah Suralaya, tempat ia berakar dan berjuang paling dekat. Dulu dikenal sebagai kawasan yang berat dengan dampak debu dan limbah industri, kini perlahan berubah menjadi wilayah yang lebih asri, bersih, dan tertata rapi—semua berkat ketekunan dan kerja keras Abah Sahruji bersama tim dan masyarakat.
✅ Pembangunan Lingkungan & Penghijauan
Ribuan pohon telah ditanam di pinggir jalan, lahan kosong, hingga kawasan pesisir. Program “Suralaya Hijau” yang diprakarsainya kini menjadi kebanggaan warga, menurunkan suhu udara, menahan debu, dan memperindah pemandangan. Ia juga gencar membangun saluran air bersih, tempat pengolahan sampah, dan fasilitas sanitasi agar warga hidup sehat dan layak.
✅ Peningkatan Fasilitas Umum & Sosial
Banyak masjid, balai warga, jalan desa, dan tempat ibadah yang direnovasi atau dibangun baru atas inisiatif dan perjuangannya. Ia selalu berusaha menjembatani kebutuhan warga dengan pemerintah maupun pihak swasta. “Kalau ada yang rusak, kita perbaiki. Kalau belum ada, kita usahakan ada,” kata Abah Sahruji tegas.
✅ Pemberdayaan Ekonomi & Kemandirian Warga
Ia sadar pembangunan tak lengkap tanpa kesejahteraan ekonomi. Bersama yayasan, ia mendampingi warga mengembangkan usaha kecil, bertani, beternak, dan memanfaatkan potensi laut dan pesisir. Ia mengajarkan: “Jangan hanya jadi penonton kemajuan, tapi jadilah pelaku kemajuan itu sendiri.”
Mengangkat Nama Banten ke Level Lebih Tinggi
Kiprah Abah Sahruji tak berhenti di batas kecamatan. Visi besarnya selalu melingkupi kemajuan seluruh Provinsi Banten. Ia sering menjadi jembatan aspirasi antarwilayah, menyatukan kekuatan tokoh masyarakat, ulama, pemuda, dan elemen bangsa demi satu tujuan: Banten yang maju, beradab, dan bermartabat.
Ia aktif mengusulkan gagasan pembangunan yang merata—dari wilayah pesisir hingga pegunungan—agar tidak ada satu pun daerah di Banten yang tertinggal. Ia juga sangat peduli pelestarian budaya dan sejarah Kesultanan Banten, sebagai identitas dan kebanggaan yang harus dijaga dan dikenang generasi penerus.
“Banten punya sejarah besar, punya potensi besar, punya rakyat yang hebat. Tugas kita semua adalah memastikan nama Banten selalu harum, maju, dan dicintai segenap anak bangsa,” tegasnya.
Pemimpin yang Turun Langsung, Dicintai Rakyat
Hal yang paling membuat Abah Sahruji istimewa adalah cara ia memimpin. Ia tidak bekerja dari balik meja, melainkan selalu turun langsung ke lapangan. Banyak warga sering melihatnya memakai baju sederhana, berkeringat, bekerja bersama warga, mendengarkan keluh kesah, dan mencari solusi bersama.
Di usia yang tak lagi muda, tenaganya justru makin berkobar. Ia sering berkata: “Selama napas masih ada, selangkah pun takkan berhenti membangun dan berjuang demi rakyat dan tanah air.”
Bagi masyarakat Suralaya dan Banten, Abah Sahruji adalah bukti nyata bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang hadir, bekerja keras, dan berjuang tulus demi kebaikan semua orang. Namanya akan terus tercatat dalam sejarah sebagai sosok pembangun yang tak kenal lelah—pejuang sejati untuk Suralaya dan Banten tercinta.(*Genta/Red))
















