TintaRaya, CILEGON – Jelawe merupakan salah satu lingkungan padat penduduk di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Cilegon. Wilayah ini yang berdekatan dengan kawasan industri dan pelabuhan kini menghadapi masalah serius yang mengganggu kesejahteraan warga sehari-hari: krisis air bersih. Sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, warga di sana harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan air yang layak pakai untuk keperluan minum, mandi, maupun kebersihan rumah tangga.
Penyebab Utama Kekurangan Air Bersih
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya krisis ini. Pertama, penurunan muka air tanah yang cukup drastis. Peningkatan jumlah penduduk serta pembangunan yang pesat membuat sumur-sumur warga makin cepat kering, terutama saat musim kemarau tiba. Kedua, kualitas air tanah yang sudah tidak lagi baik.
Banyak warga melaporkan air yang keluar dari sumur berwarna keruh, berbau tidak sedap, bahkan terasa asin—diduga akibat intrusi air laut serta dampak dari aktivitas industri di sekitar wilayah Suralaya. Ketiga, belum terjangkaunya jaringan pipa air bersih dari perusahaan penyedia air bersih ke lingkungan Jelawe, sehingga warga sepenuhnya bergantung pada sumur pribadi atau pembelian air dari luar.
Dampak yang Dirasakan Langsung Warga
Kondisi ini membawa dampak yang sangat berat bagi kehidupan warga. Untuk kebutuhan sehari-hari, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air tangki yang harganya semakin mahal dan tidak selalu tersedia. Banyak ibu rumah tangga harus antre berjam-jam di sumber air yang masih ada atau menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, risiko gangguan kesehatan juga meningkat.
Penggunaan air yang tidak memenuhi standar kebersihan sering menyebabkan penyakit kulit, gangguan pencernaan, hingga penyakit saluran pernapasan, terutama pada balita dan lansia. Anak-anak pun sering terganggu aktivitasnya karena sulitnya memenuhi kebutuhan kebersihan diri.
Upaya Warga dan Ketua RT Jelawe M.Amin Saat dikonfirmasi lewat WhatsApp mengatakan harapan akan Solusi agar Segera Teratasi masa ini,dan Ada Bantuan Dari industri dan pemerintah .
Selama ini warga Jelawe berusaha mengatasi masalah ini dengan cara-cara sederhana seperti membuat sumur bor yang lebih dalam, menyaring air tanah, maupun bergotong royong mencari sumber air alternatif. Namun upaya tersebut belum mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Warga juga telah menyampaikan keluhan ini kepada pihak kelurahan, kecamatan hingga dinas terkait di Pemerintah Kota Cilegon.
Tini, Selaku Warga Jelawe berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti masalah ini dengan serius. Mulai dari pembangunan jaringan pipa air bersih, pengeboran sumur umum yang layak, hingga pemantauan ketat terhadap dampak aktivitas industri di sekitar wilayah Suralaya. Air bersih adalah kebutuhan dasar setiap manusia, sehingga warga berhak mendapatkan akses air bersih yang memadai, bersih, dan terjangkau tanpa harus berjuang keras setiap harinya.”pungkasnya.(*Genta Kahal)
















