TintaRaya, SERANG – Lomba Fashion Show tingkat Kecamatan Kramatwatu peragakan busana adat tradisional Nusantara, yang diikuti sebanyak 21 peserta se-desa Kramatwatu. Acara ini digelar pada Rabu, (19/8/2026) di halaman kantor Kecamatan Kramatwatu, kabupaten Serang, provinsi Banten dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81
“Kegiatan lomba Fashion Show tingkat kecamatan ini merupakan bagian dari rangkaian atau momentum dalam memeriahkan HUT RI ke-81 setelah acara upacara pengibaran bendera merah putih di alun-alun Kramatwatu pada Senin, (17/8/2026) kemarin.”ujar Camat Kramatwatu, Edi Jaya
Menurut Camat Edi, peserta lomba Fashion Show ini berasal dari tingkat anak-anak, baik perwakilan dari desa maupun sekolah
“Untuk peserta lomba Fashion Show ini berasal dari tingkat anak-anak, yaitu perwakilan dari desa dan perwakilan dari sekolah, ada dari TK, Paud, dan bahkan dari SD pun ada.”tuturnya
Camat Kramatwatu Edi Jaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, instansi terkait dan unsur Muspika serta seluruh kepala desa yang telah mendukung dan mensukseskan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya lomba Fashion Show ini, sehingga bisa terselenggara dengan sukses dan meriah, terutama dalam mendaur ulang barang-barang bekas yang tidak terpakai, seperti plastik, besek, kertas dan kardus menjadi barang kreatif hingga dibentuk menjadi pakaian dan aksesoris lainnya.”pungkasnya
Sementara dewan juri, Mhuthia Khansa yang didampingi dewan juri lainnya, Yuni Handayani dan Siti Mulyani kepada TintaRaya mengatakan, lomba Fashion Show tersebut sudah dipersiapkan secara matang dan berkreatif
“Persiapan lomba Fashion Show ini sangat matang dan berkreatif, dari mulai mencari barang bekas kemudian diubah atau di daur ulang menjadi pakaian layak pakai dan berkreasi hingga layak mengikuti lomba pada acara ini.
Barang Bekas menjadi Ajang Lomba Fashion Show:
Busana dalam lomba Fashion Show ini berasal dari barang bekas yang menghasilkan pakaian kreatif yang dibuat dari sampah atau limbah tak terpakai seperti plastik, besek, kardus dan kertas. Karya ini melatih kepedulian lingkungan sekaligus menampilkan nilai seni tinggi dan menjadi ajang lomba Fashion Show tingkat kecamatan Kramatwatu
Lebih lanjut, Mhuthia, dalam perlombaan tersebut ada beberapa aspek penilaian
Dalam lomba Fashion Show ini ada beberapa aspek utama penilaian “Busana Limbah, yaitu :
1. Kreativitas dan inovasi (30%-35%): Keunikan rancangan busana, tingkat kesulitan pembuatan, dan ide segar dalam mengubah barang bekas menjadi pakaian layak pakai
2. Penggunaan bahan daur ulang (30%-50%): Komposisi atau jumlah matrial sampah (plastik, kertas, kain perca dan lain-lain) yang dipakai serta tingkat pemanfaatan limbah secara maksimal
3. Penampilan Penguasaan Panggung (20%-25%): Kemampuan model melakukan Catwalk, rasa percaya diri, ekspresi wajah, dan keserasian gerakan dengan musik
4. Kerapihan dan Keserasian (j15%-20%): Kerapihan jahitan atau lem pada baju serta kecocokan busana dengan tata rias(makeup) dan aksesoris pendukung
“Karena kegiatan ini belum selesai, maka pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2026 bertempat di Tasikardi saat acara penutupan berlangsung.”ujar para dewan juri, “Muthia, Yuni dan Siti Mulyani.(*Jack/Red)
















