TintaRaya, CILEGON – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan akses internet genggaman yang semakin mudah didapatkan, masih ada satu nama yang tak lekang oleh waktu di wilayah Merak dan sekitarnya. Warung nasi (Warnas) Linda Bohay telah berdiri melayani masyarakat selama lebih dari tiga dekade, menjadikannya sebagai salah satu tempat makan yang murah dan terjangkau bagi semua kalangan, Warnas Linda Juga di lengkapi dengan internet gratis paling melegenda dan tak terlupakan di Kota Cilegon.
Didirikan oleh almrhum ibunda tercinta dan dikelola oleh Linda, pemiliknya yang akrab disapa “Linda Bohay”, Warnas ini hadir sejak dulu saat ibunda masih ada, dan terus di kelola sampai sekarang. Berawal dari skala sederhana, seiring berjalannya waktu Warnas Linda Bohay berkembang menjadi tempat andalan berbagai kalangan: mulai dari pelajar yang dan pekerja yang dekat dengan industri pabrik listrik Jawa Bali,(PT Indonesia Power PGU Suralaya) harga yang terjangkau dan menu yang banyak menjadi daya tarik bagi pengunjung serta tempat yang nyaman, selain itu Warnas Linda Bohay juga melayani catering
Keistimewaan Warnas Linda Bohay tidak hanya terletak pada kelengkapan fasilitas dan koneksi internet yang terjaga stabilnya. Lebih dari itu, suasana kekeluargaan yang dibangun membuatnya terasa seperti rumah kedua bagi pelanggannya. Pelayanan yang ramah, harga yang terjangkau, serta kepercayaan yang terjaga selama bertahun-tahun menjadi alasan utama mengapa pelanggan setia terus kembali, bahkan hingga kini di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Bagi generasi yang tumbuh di era 2000-an hingga awal 2010-an, Warnas Linda Bohay menyimpan banyak kenangan manis. Tempat ini menjadi saksi perjalanan
Hingga saat ini, Warnas Linda Bohay tetap konsisten melayani masyarakat dengan standar pelayanan terbaik. Nama yang melekat padanya bukan sekadar merek dagang, melainkan simbol ketekunan, kepercayaan, dan semangat bertahan yang menginspirasi. Inilah bukti nyata bahwa usaha yang dilandasi kejujuran dan pengabdian kepada masyarakat akan selalu memiliki tempat dan terus dikenang sebagai legenda tersendiri.
(*Genta Kahal)
















