banner 728x250

Dishub Pandeglang: Progres Reaktivasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Pandeglang,Sudah Dibahas  

banner 120x600
banner 468x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang mengungkap perkembangan terbaru terkait rencana reaktivasi jalur kereta api (KA) Rangkasbitung–Pandeglang.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam pembahasan antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

banner 325x300

Kepala Bidang Angkutan Umum dan Terminal Dishub Pandeglang, Edi Mulyadi, mengatakan pembahasan reaktivasi jalur KA ini sudah berlangsung sejak awal Maret 2025.

“Awal Maret lalu, saya bersama pimpinan bertemu dengan Dirjen Perkeretaapian di Pendopo Pandeglang. Bupati, PU, dan pihak terkait juga hadir. Dari pertemuan itu, keluar perencanaan penertiban terkait jalur kereta api, kemungkinan besar akan dilakukan pada 2026,” kata Edi, Sabtu (4 Oktober 2025)

Ia menjelaskan, reaktivasi jalur KA ini diperkirakan akan meningkatkan konektivitas di beberapa titik, meski dampaknya terhadap angkutan barang dari Rangkasbitung–Pandeglang tidak signifikan.

“Kalau dari Rangkasbitung–Pandeglang ke Labuan, ada kemungkinan berdampak pada angkutan umum. Stasiun utama di Pandeglang berada di Kadomas. Perluasan ke Labuan masih dalam tahap perencanaan,” jelasnya.

Menurut Edi, jalur reaktivasi yang direncanakan mencakup beberapa titik stasiun, mulai dari Rangkasbitung, Kadomas, Pandeglang, Saketi, hingga Labuan. Meski begitu, sejumlah lahan jalur kereta saat ini sudah beralih fungsi, bahkan terdapat pemukiman di atas rel milik PT KAI.

Tugas Dishub Pandeglang sendiri terbatas pada pendampingan, sosialisasi, hingga pelatihan pegawai palang pintu.

“Kewenangan penuh ada di Kementerian Perhubungan. Kita hanya mendampingi, melakukan sosialisasi, dan monitoring terkait keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Beberapa kegiatan sudah dilakukan, termasuk rapat koordinasi dengan masyarakat terdampak, survei lapangan oleh PT KAI dan Dirjen Perkeretaapian, serta sosialisasi mengenai penggunaan lahan untuk reaktivasi jalur KA.

Terkait target waktu, Edi menyebut reaktivasi jalur ini diharapkan dapat terealisasi pada 2027.

“Untuk tahun 2026 kemungkinan baru penertiban lahan. Harapannya, kereta api segera beroperasi sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” TutupNya

REPORTER : RED

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *