TintaRaya, KOTA SERANG – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah lembaga pendidikan non formal yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat untuk masyarakat, bertujuan memberikan akses pendidikan kesetaraan (Paket A/B/C) dan pelatihan keterampilan
Namun, PKBM di Kota Serang, khususnya di Kecamatan Serang, Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Taktakan menjadi sorotan LSM KPk-Nusantara perwakilan Banten “pasalnya, beberapa lembaga PKBM, yakni PKBM Kartika, PKBM Pondok Belajar dan PKBM Insan Kreasi yang diduga memanipulasi data Dapodik, dengan menambahkan jumlah siswa dan Sarpras, demi mendapatkan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP)
Pemerintah yang saat ini telah menyalurkan dana BOSP sangat besar ke Dunia Pendidikan Non formal PKBM. “baik itu dari APBN maupun APBD, hal tersebut agar dapat lebih mensejahterakan siswa-siswi guna menuju pendidikan yang lebih tinggi. Akan tetapi sayangnya penyaluran dana tersebut diduga hanya di jadikan ajang (KKN) demi meraup keuntungan besar bagi segelintir oknum tertentu.
Berikut Tiga PKBM yang disorot LSM KPK-Nusantara perwakilan Banten:
1. PKBM Kartika, alamat: Link.Cilampang RT.01/07 Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang
Data PTK dan PD, direkap pada Sabtu, (28/2/2026):
Kepala Sekolah: Ainun Nufus Puspasari, Operator: Khoirul Amin, Peserta Didik (PD) Laki-Laki: 497, Perempuan: 327 total: 824, Guru: Laki-Laki: 7, Perempuan: 6 total: 13, Tendik Laki-Laki: 1, Perempuan: 3 total: 4, PTK Laki-Laki: 8, Perempuan 9 total: 17
Data SARPRAS:
Ruang kelas: 6, rang guru: 1, ruang toilet: 2, ruang gudang: 1, bangunan: 1, total:11
Berdasarkan pantauan tim media beberapa hari terakhir di lokasi: ruang kelas 1 tanpa kursi/meja, ruang toilet 1, ruang guru 1 berbarengan ruang kelas Paud/TK, kursi siswa tidak terlihat dan paling miris tidak terlihat adanya kegiatan belajar mengajar
2. PKBM Pondok Belajar, alamat: Kp.Angsoka Jaya Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen
Data PTK dan PD, direkap pada Sabtu, (28/2/2026):
Kepala Sekolah: Tubagus Mahfudz, S.Ag, Operator: Toni Fatoni, Peserta Didik (PD) Laki-Laki: 45, Perempuan: 24 total: 69, Guru: Laki-Laki: 4, Perempuan: 3 total: 7, Tendik Laki-Laki: 3, Perempuan: 1 total: 4, PTK Laki-Laki: 7, Perempuan 4 total: 11
Data SARPRAS:
Ruang kelas: 4, ruang pimpinan: 1, rang guru: 1, ruang toilet: 3, ruang gudang: 1, ruang bangunan: 1, total:11
3. PKBM Insan Kreasi, alamat: Jl.Raya Takari Link.Baros RT.001/002 Kecamatan Taktakan
Data PTK dan PD, direkap pada Sabtu, (28/2/2026):
Kepala Sekolah: Tb. Ahmad Nurdin, Operator: Ayip Maulana, S.Pd, Peserta Didik (PD) Laki-Laki: 220, Perempuan: 124, total: 334, Guru: Laki-Laki: 7, Perempuan: 1, total: 8, Tendik Laki-Laki: 1, Perempuan: 0, total: 1, PTK Laki-Laki: 8, Perempuan 1, total: 9
Data SARPRAS:
Ruang kelas: 9, ruang perpustakaan: 1, ruang guru: 1, ruang ibadah: 1, ruang UKS: 1, ruang toilet: 4 bangunan: 1, total: 18
Berdasarkan hasil pantauan dan monitoring beberapa hari terakhir hingga pada Minggu, (1/3/2026) bahwa diduga adanya pengelolaan di tiga lembaga PKBM tersebut masih dinilai fiktif, dengan dibuktikan dengan kelengkapan tempat belajar atau sekretariat dan aktifitas kegiatan belajar mengajar siswa yang hadir jauh lebih sedikit dibanding data yang dilaporkan di Dapodik bahkan ada juga tidak pernah terlihat dan terkesan tidak pernah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar
Salah satu guru tutorial PKBM Kartika saat ditemui TintaRaya di PKBM ia mengatakan, kepala sekolah sedang tidak ada dan mengenai guru, hingga saat ini masih dilakukan Guling (Guru keliling) dibeberapa pondok pesantren.katanya sembari memberi janji agar kembali lagi hari sabtu
Sementara Guru TK di PKBM Kartika yang enggan disebutkan namanya, bahwa PKBM Kartika kegiatan belajar mengajarnya hanya hari Minggu, hari Sabtu libur hanya ada les saja itu pun di sore hari, kadang ada yang les kadang tidak ada. Kilahnya setelah mengatakan hari Sabtu libur
PKBM Pondok Belajar, Toni Fatoni saat dikonfirmasi mengatakan “Wa’alaikum salam, emang ruangan itu tidak terpakai untuk belajar karena sedang di pakai untuk pekerja masjid didepan, kalau untuk belajar ada diruangan dalam, kursi dan meja ada diruangan kantor ada beberapa ruangan, mohon maaf karena belajar tidak setiap hari pertemuan, katanya
Aminudin, Ketua LSM KPK-Nusantara perwakilan Banten menegaskan, terkait dengan adanya dugaan manipulasi data Dapodik, ini bisa berujung terjadinya indikasi korupsi dana BOSP non formal bagi yayasan PKBM yang ada di Kota Serang. Karena hal ini menyangkut hak warga negara yang tidak berkesempatan menikmati pendidikan formal karena masalah ketiadaan dana, lantas ketika negara memberi pembiayaan kenapa biaya untuk rakyat yang tidak mampu itu masih dikemplang juga oleh oknum – oknum tersebut,”tegasnya
Menurut Aminudin, “kami akan segera membuat dan melayangkan surat pengaduan kepada lembaga hukum, dengan melibatkan multi elemen organisasi masyarakat yang peduli pendidikan dalam waktu dekat ini. Selanjutnya LSM KPK-Nusantara juga akan segera mengkonfirmasi terkait masalah ini ke instansi terkait dan meminta dinas terkait bertanggung jawab khususnya di Kota Serang, jika masalah ini tidak di respon, maka kami akan bawa masalah ini ke tingkat Provinsi atau bahkan Nasional,” tuturnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dan pernyataan resmi lebih rinci dari pihak PKBM, baik PKBM Kartika, PKBM Insan Kreasi maupun PKBM Pondok Belajar
Tim media dan LSM KPK-Nusantara perwakilan Banten akan melakukan investigasi, agar adanya transparansi terhadap anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah dan jika terbukti adanya dugaan tersebut akan dilaporkan ke Tipidkor.(*Red)
















