TintaRaya, KOTA SERANG – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Banten menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) tahun 2026. Acara ini dilaksanakan di Hotel Ultima Ratu – Kota Serang yang bertema “Kolaborasi dan Aksi Pengusaha Muda Banten untuk Indonesia Raya dan dibuka langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, Kamis (7/5/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Viko Setyadi Taufik mewakili Ketua Umum BPP HIPMI, Ketua Dewan Pembina HIPMI Banten Ananda Triansyah, Ketua Umum BPD HIPMI Banten H. Rifky Hermiansyah, jajaran Forkopimda, kepala OPD di lingkungan Pemprov Banten, serta ratusan pengurus dan anggota HIPMI se-Banten.
Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni memaparkan capaian ekonomi Banten yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS Triwulan I 2026, ekonomi Banten tumbuh sebesar 5,64 persen, melampaui rata-rata nasional.
Sementara realisasi investasi mencapai sekitar Rp24 triliun dan menempatkan Banten di posisi tiga besar nasional untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
“Alhamdulillah, PDRB Banten saat ini berada di urutan keenam nasional dan insya Allah tahun ini akan menembus Rp1.000 triliun. Ini membuktikan bahwa ekonomi Banten sangat ditopang oleh pengusaha lokal,” ujar Andra Soni.
Ia juga menyoroti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami pertumbuhan tertinggi hingga 17,88 persen.
Menurutnya, wilayah seperti Lebak, Pandeglang, dan Serang masih memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal
“Banten berbatasan langsung dengan Jakarta yang memiliki 42 juta jiwa. Kebutuhan pangan sangat besar. Satu pasar saja bisa membutuhkan 300 ton per hari, sementara kontribusi kita baru sekitar 3 persen. Ini peluang besar bagi anak muda,” tegasnya.
Potensi tersebut, lanjutnya, semakin terbuka melalui Program Makan Bergizi Gratis yang kini telah menjangkau sekitar 2,7 juta penerima manfaat di Banten. Program itu dinilai mampu membuka peluang usaha baru, terutama dalam penyediaan bahan baku dan hilirisasi produk pangan lokal
Andra Soni juga mengapresiasi perjalanan Ketua Umum HIPMI Banten, Rifky Hermiansyah, yang menurutnya menjadi contoh nyata keberhasilan anak muda membangun usaha melalui jejaring organisasi
“Saya melihat kuatnya semangat beliau sejak awal. Bergabung di HIPMI membuat ekosistem terbentuk, modal bertemu, dan ide bisnis muncul. HIPMI bukan sekadar organisasi, tapi rumah bagi orang-orang yang ingin berusaha dan bermanfaat bagi orang lain,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Banten Rifky Hermiansyah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kaderisasi dan memperluas akses pembiayaan bagi para anggota HIPMI.
“Kami tidak meminta proyek, tetapi meminta kemudahan akses permodalan. Banyak pengusaha muda yang siap berkembang namun terkendala modal. Kami berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten,” ujar Rifky.
Kegiatan RAKERDA, DIKLATDA, dan FORBISDA HIPMI Banten 2026 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mempersiapkan berbagai peluang strategis ke depan, termasuk potensi Banten menjadi tuan rumah PON 2032 bersama Lampung.(*AMEL)
















