TintaRaya, CILEGON – Pentas Seni Yayasan Majelis Pusat Pendidikan Ummat Islam (MPP-UI) Subulussalam yang diselenggarakan di wilayah Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon merupakan salah satu wujud nyata dari upaya lembaga dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki bakat, percaya diri, dan akhlak yang mulia.
Kegiatan ini bertajuk “melangkah bersama menuju cita – cita” tahun ajaran 2025-2026 menjadi ajang istimewa bagi para peserta didik untuk menampilkan potensi terbaik guna mengembangkan bakat mereka di hadapan keluarga, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Berbagai penampilan menarik disajikan dalam pentas ini, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, puisi bernuansa Islami, drama teladan kisah nabi, hingga tarian dan seni musik yang tetap terjaga nilai kesopanan dan kesesuaian dengan ajaran agama.
Melalui setiap penampilan, terselip pesan mendalam tentang keimanan, persaudaraan, cinta tanah air, serta pentingnya menjaga kelestarian budaya yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Pentas seni ini juga berperan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara pihak yayasan, orang tua, dan seluruh warga masyarakat Pulomerak. Dukungan antusias yang diberikan oleh penonton menjadi semangat tersendiri bagi para peserta untuk terus mengembangkan bakatnya. Semoga kegiatan seperti ini senantiasa dapat berlangsung secara berkelanjutan
Umi Bayanah, S.Pd selaku Pimpinan Yayasan MPP UI Subulussalam mengatakan, bahwa “hari ini anak-anak MPP UI tahun ajaran 2025-2026 menggelar pentas seni dengan bertajuk “melangkah bersama menuju cita-cita, dan ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya lembaga pendidikan “MPP UI Subulussalam, dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki bakat, percaya diri, dan akhlak yang mulia serta menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat Kota Cilegon
Berbagai penampilan menarik disajikan dalam pentas ini, mulai dari pidato anak, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, puisi bernuansa Islami, drama teladan kisah nabi, hingga tarian dan seni musik yang tetap terjaga nilai kesopanan dan kesesuaian dengan ajaran agama.”ujarnya(*Genta Kahal)
















