banner 728x250

Macan Tutul yang Masuk Hotel di Bandung Belum Diketahui Asal-usulNya

banner 120x600
banner 468x60

Bungas Banten, JAWA BARAT – Asal usul seekor macan tutul yang masuk ke dalam hotel di Sukasari, Kota Bandung, provinsi Jawa Barat “ belum diketahui. Pihak berwenang akan melakukan observasi pasca satwa tersebut berhasil dievakuasi.

Humas BKSDA Eri Mildranaya mengatakan, evakuasi macan tutul berlangsung kurang lebih selama tiga jam. Evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Damkar, BKSDA, dan Lembang Park and Zoo.

banner 325x300

“Jadi untuk tindakan selanjutnya kami akan lakukan observasi terlebih dahulu karena bagaimanapun ini satwa liar, dia pun akan mengalami stres sama seperti kita ya,” kata dia setelah evakuasi, Senin (6 Oktober 2025).

Setelah observasi dilakukan, dia bilang pihaknya akan melakukan rehabilitasi terhadap satwa tersebut. Rehabilitasi rencananya akan dilakukan di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) di Sukabumi.

“(Kapan dibawa ke Sukabumi?) Diobservasi dulu, tapi ya secepatnya langsung dibawa ke PPSC Cikananga,” ujarnya.

Kejadian macan tutul kabur dari Lembang Park and Zoo pernah menghebohkan warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Agustus 2025. Dari pemantauan terakhir BKSDA, macan tersebut melaju ke arah Tangkuban Perahu.

Ada dugaan bahwa macan yang masuk hotel sama dengan macan tersebut. Akan tetapi Eri bilang pihaknya belum bisa memastikan.

 “Belum, kita nggak sampai ke situ dulu ya. karena dilihat dari lokasi dan rentang waktu itu terlalu jauh ya. Jadi kita belum bisa pastikan apakah itu macan tutul yang sama atau sejenis, kita belum bisa pastikan,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Humas Lembang Park and Zoo, Miftah terkait asal usul macan. Ia mengatakan untuk menentukan macan tersebut adalah hewan yang sama dengan yang kabur perlu dilakukan analisa cukup panjang.

“Kalau untuk menyamakan apakah ini yang kemarin kabur, kami tidak bisa memutuskan. Karena harus ada analisa. Tidak bisa, karena yang mengetahui itu dari BKSDA,” katanya.

Ia menegaskan, keterlibatan pihaknya dalam evakuasi ini hanya sebatas dukungan teknis untuk menangkap macan tutul tersebut.

“Untuk kegiatan hari ini, tim Lembang Park & Zoo hanya membantu penangkapan karena permintaan dari tim BKSDA. Jadi kami datang ke lokasi atas permintaan resmi, bukan dalam rangka pencarian,” ucapnya.

Ia menambahkan, macan tutul setelah ditangkap akan menjalani tahap penenangan sebelum diputuskan langkah selanjutnya.

“Kita tenangkan dulu hewannya sambil menunggu arahan dari Kepala Balai Besar. Nanti pasti akan dibawa ke lembaga konservasi, tapi ke mana tepatnya masih menunggu keputusan,” bebernya.

Miftah bilang, lokasi penanganan hewan pasca dievakuasi selanjutnya akan diputuskan oleh BKSDA. “Kewenangan sepenuhnya ada di BKSDA. Jadi meskipun kami lembaga konservasi, tetap tunduk pada arahan BKSDA,” jelasnya.

Namun di satu sisi, Miftah mengaku bahwa Lembang Park and Zoo telah memiliki sarana dan sumber daya yang memadai untuk penanganan satwa jenis karnivora.

“Secara tim dan alat insya Allah sudah mumpuni dan siap. Kami punya kandang transit yang aman dan sesuai standar,” akunya.

REPORTER : NINDIA KOSWARA

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *